Kamis, 13 November 2008

THERAPEUTIC COMMUNITY ATAU THERAPEUTIC MILLIEU

THERAPEUTIC COMMUNITY ATAU THERAPEUTIC MILLIEU

Sullivan melihat tujuan dari pengobatan sebagai salah satu usaha untuk mengembalikan atau membangun hubungan interpersonal yang memuaskan.

HUMANISTIC THEORIES

Humanisme berfokus pada sifat-sifat yang positif dari seseorang, kemampuanya untuk merubah diri dan berkembang serta meningkatkan harga diri.

ABRAHAM MASLOW: HIERARCHY OF HUMAN NEEDS

  • Fokus maslow adalah individu secara total dan bukan saja sebagai individu.
  • Lebih menekankan kesehatan dari pada penyakit dan masalah-masalah individu.
  • Maslow menegaskan bahwa manusia berbeda satu dengan yang lain karena motivasi-motivasi yang mendorong mereka adalah tidak sama.

HIERARCHY OF NEEDS

  • Kebutuhan-kebutuhan manusia yang paling dasar (makan, air, tidur, perlindungan, ekspresi seksual, bebas dari nyeri).
  • Kebutuhan perlindungan, keamanan dan bebas dari bahaya dan kerugian.
  • Kebutuhan akan kasih dan rasa memiliki dan dimiliki (sense of belonging), persahabatan, diterima, intimacy yang permanen.
  • Kebutuhan untuk dihargai, menghargai diri, dan menghargai orang lain.
  • Self actualization

CLIENT CENTERED (CARL ROGERS)

  • Rogers menegaskan bahwa kunci dari penyembuhan adalah klien itu sendiri buka therapist.
  • Pengalaman individu berbeda satu sama lain.
  • Melalui hubungan therapeutis, supportive, CARING bisa menemukan masalah dan penanganannya.

Peranan therapist/couselor adalah supportive, caring dan membantu meningkatkan harga diri:

  • Sikap memerima tanpa syarat.
  • Genuineness
  • Empathy

BEHAVIORAL THEORIES

Adalah bidang dari psychology yang berfokus pada tingkah laku yang diamati dan apa yang bisa dilakukan untuk merubah tingkah laku tersebut.

CLASSICAL CONDITIONING (IVAN PAVLOV)

  • (1849-1936) eksperimen yang dilakukan di sebuah lab tentang respon anjing-anjing terhadap stimuli.
  • Tingkal laku anjing-anjing berubah dengan “conditioning” atau tingkah laku di modifikasi karena stimuli.

OPERANT CONDITIONING (B. F. SKINNER)

  • Berasumsi bahwa individu memperoleh tingkah lakunya dari pengalaman-pengalaman terutama pengalaman yang menerima “reinforcement”, atau penguatan yang berulang-ulang.
  • Dia melihat tingkah laku hanya sebagai sesuatu yang bisa diakati dan dipelajari; diperoleh dengan belajar, diubah atau dihilangkan.
  • Tingkah laku bisa diubah, maka pikiran dan perasaan yang menyertai tingkah laku juga bisa dirubah.

Prinsip Operant Conditioning

  • Semua tingkah laku diperoleh dengan belajar.
  • Tingkah laku yang diberi penghargaan akan diulang-ulang
  • Penguatan yang positif (Reinforcement) yang langsung diberikan setelah tingkah laku dilakukan akan membuat individu untuk mengulang-ulang tingkah laku itu.
  • Penghentian pemberian “reinforcement” yang negatif akan menyebabkan tingkah laku itu diulang-ulang.
  • Cara yang paling cepat agar tingkah laku yang diinginkan di ulang-ulang adalah pemberian “reinforcemant” yang positif secara terus menerus akan tetapi tingkah laku juga akan berhenti apabila “reinforcement” positif tidak diberikan lagi.

PERTIMBANGAN KEBUDAYAAN

  • Kebanyakan theorist adalah orang eropa yang prinsip dan kebudayaang berbeda dengan orang timur.
  • Perawat perlu pertimbangan kebudayaan sebelum menganbil keputusan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar